TINJAUAN ISLAM-KEDOKTERAN MENGENAI KEHARAMAN KONSUMSI BABI
Mengapa babi diharamkan? Inilah berbagai alasan yang mendasari keharaman babi di antaranya:
AL QURAN
Al Quran melarang babi di 4 tempat berbeda yaitu 2:173, 5:3, 6:145, 16:115.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah. (Quran; 5:3)
Ayat Quran di atas cukup sebagai dasar Muslim bahwa babi haram dikonsumsi.
PARASIT PADA BABI
Haramnya
hewan babi bagi umat Muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit
dan kotoran dalam hewan ini. Minyak yang terkandung dalam daging babi
mempunyai zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Ternyata dalam daging
babi terdapat cacing yang bersembunyi. Cacing ini dapat kita lihat
dengan melakukan percobaan dengan menuangkan Coca Cola ke daging babi
yang masih segar sekalipun beli di supermarket. Tuangkan coca cola
secukupnya, tunggu 2 jam dan lihat reaksinya.... Sungguhmengejutkan.
Bayangkan kalau cacing cacing itu ada di perut anda ?
Cacing
(Helminthes) dalam daging babi itu di antaranya cacing kremi, cacing
gelang, & cacing tambang. Salah satu yang paling berbahaya yaitu
Cacing Pita (Taenia solium). Cacing ini sangat panjang & hidup di
usus, berkembang dari telur, masuk ke darah & dapat mencapai semua
organ. Jika cacing itu masuk ke otak, dapat menyebabkan kehilangan
memori, & bila masuk ke jantung, dapat menyebabkan serangan jantung.
Jika memasuki mata dapat terjadi kebutaan dan bila masuk ke hati, dapat
terjadi kerusakan hati. Hal ini dapat merusak semua organ.
Helminthes
berbahaya yang lain yaitu Trichurasis trichura. Umumnya, banyak
pendapat mengatakan tentang babi, jika dimasak dengan baik maka telurnya
akan mati. Penelitian di Amerika menunujukkan bahwa dari 24 penderita
Trichuris trichura, 22 di antaranya memasak daging babi dengan baik. Itu
membuktikan telur cacing dalam daging babi tidak mati dalam suhu
normal.
BABI TIDAK DAPAT DISEMBELIH
Babi tidak dapat
disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher. Muslim
beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi
manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki
leher. Seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa,
membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan
urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Dan hal ini menyebabkan kematian
hewan karena kehabisan darah dalam tubuh, bukannya karena cedera pada
organ vitalnya. Pada babi, karena tidak dapat disembelih, maka
organ-organ, misalnya jantung, hati,atau otak dirusak. Hewan tersebut
meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan
akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan
tercemar oleh uric acid,sehingga menjadikannya beracun.
URIC ACID DALAM BABI
Islam
telah melarang segala macam darah. Analis kimia dari darah menunjukkan
adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa
kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Senyawa ini
dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya bahwa 98% dari uric
acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang
keluar tubuh melalui air seni. Babi hanya mengeluarkan 2% dari seluruh
kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.
LEMAK BABI MENGANDUNG BAHAN BANGUNAN
Lemak
babi mengandung bahan untuk bangunan. Lemak itu mengendap dalam tubuh
dan dapat menyebabkan hipertensi & serangan jantung.
Tidak mengherankan bila 50 % penduduk Amerika menderita hipertensi.
BABI ADALAH BINATANG TERJOROK
Ia
hidup di kotoran binatang, kotoran manusia, & kotoran lainnya.
Mereka menikmati dan memakan kotoran manusia (kalau ada) dan kotoran
kawannya sendiri.
HOMOSEKSUAL PADA BABI
Homoseksual
pada babi jelas2 bertentangan dengan fitrah umat manusia. Bilamana umat
Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai
sifat dan karateristik seperti babi ini.
Demikianlah
sekelumit uraian mengapa Islam mengharamkan konsumsi daging babi.Uraian
ini semoga dapat menjawab sebagian pertanyaan, khususnya jika kalangan
Non-Muslim bertanya mengapa Umat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi
dalam bentuk apapun, baik itu chops, ham, atau bacon.
WallAhu a'lam
sumber : Translatedari http://WWW.IRF.org

Tidak ada komentar:
Posting Komentar