Sabtu, 29 Maret 2014

TINJAUAN ISLAM-KEDOKTERAN MENGENAI KEHARAMAN KONSUMSI BABI

 

Mengapa babi diharamkan? Inilah berbagai alasan yang mendasari keharaman babi di antaranya:

AL QURAN
Al Quran melarang babi di 4 tempat berbeda yaitu 2:173, 5:3, 6:145, 16:115.
"Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah. (Quran; 5:3)
Ayat Quran di atas cukup sebagai dasar Muslim bahwa babi haram dikonsumsi.

PARASIT PADA BABI
Haramnya hewan babi bagi umat Muslim adalah disebabkan karena banyaknya parasit dan kotoran dalam hewan ini. Minyak yang terkandung dalam daging babi mempunyai zat yang berbahaya bagi tubuh manusia. Ternyata dalam daging babi terdapat cacing yang bersembunyi. Cacing ini dapat kita lihat dengan melakukan percobaan dengan menuangkan Coca Cola ke daging babi yang masih segar sekalipun beli di supermarket. Tuangkan coca cola secukupnya, tunggu 2 jam dan lihat reaksinya.... Sungguhmengejutkan. Bayangkan kalau cacing cacing itu ada di perut anda ?

Cacing (Helminthes) dalam daging babi itu di antaranya cacing kremi, cacing gelang, & cacing tambang. Salah satu yang paling berbahaya yaitu Cacing Pita (Taenia solium). Cacing ini sangat panjang & hidup di usus, berkembang dari telur, masuk ke darah & dapat mencapai semua organ. Jika cacing itu masuk ke otak, dapat menyebabkan kehilangan memori, & bila masuk ke jantung, dapat menyebabkan serangan jantung. Jika memasuki mata dapat terjadi kebutaan dan bila masuk ke hati, dapat terjadi kerusakan hati. Hal ini dapat merusak semua organ.

Helminthes berbahaya yang lain yaitu Trichurasis trichura. Umumnya, banyak pendapat mengatakan tentang babi, jika dimasak dengan baik maka telurnya akan mati. Penelitian di Amerika menunujukkan bahwa dari 24 penderita Trichuris trichura, 22 di antaranya memasak daging babi dengan baik. Itu membuktikan telur cacing dalam daging babi tidak mati dalam suhu normal.

BABI TIDAK DAPAT DISEMBELIH
Babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher. Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher. Seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dalam tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya. Pada babi, karena tidak dapat disembelih, maka organ-organ, misalnya jantung, hati,atau otak dirusak. Hewan tersebut meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid,sehingga menjadikannya beracun. 

URIC ACID DALAM BABI
Islam telah melarang segala macam darah. Analis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. Senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan dalam kenyataannya bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni. Babi hanya mengeluarkan 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

LEMAK BABI MENGANDUNG BAHAN BANGUNAN
Lemak babi mengandung bahan untuk bangunan. Lemak itu mengendap dalam tubuh dan dapat menyebabkan hipertensi & serangan jantung. Tidak mengherankan bila 50 % penduduk Amerika menderita hipertensi.

BABI ADALAH BINATANG TERJOROK
Ia hidup di kotoran binatang, kotoran manusia, & kotoran lainnya. Mereka menikmati dan memakan kotoran manusia (kalau ada) dan kotoran kawannya sendiri.

HOMOSEKSUAL PADA BABI
Homoseksual pada babi jelas2 bertentangan dengan fitrah umat manusia. Bilamana umat Islam ikut2an memakan babi maka ditakutkan umat Islam akan mempunyai sifat dan karateristik seperti babi ini.


Demikianlah sekelumit uraian mengapa Islam mengharamkan konsumsi daging babi.Uraian ini semoga dapat menjawab sebagian pertanyaan, khususnya jika kalangan Non-Muslim bertanya mengapa Umat Islam tidak boleh mengkonsumsi babi dalam bentuk apapun, baik itu chops, ham, atau bacon.


WallAhu a'lam


sumber : Translatedari http://WWW.IRF.org

              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar